Gotong Royong dalam Bidang Ekonomi

 TULISAN  1

Gotong Royong dalam Bidang Ekonomi

 

Disusun oleh:

Nama    : Melyta Hasty Dwi Andini Kharis 
NPM    : 14218089                                      
Kelas    : 3EA34                                           
Mata Kuliah    : Ekonomi Koperasi                      

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2020


Jakarta, 22/07/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo berharap para pelaku usaha dapat bekerja sama dalam menyongsong persaingan global. Menurutnya, ekonomi gotong royong adalah cerminan ekonomi nasional. "Ekonomi yang benar adalah ekonomi Pancasila. Ekonomi yang betul adalah ekonomi gotong royong,” katanya saat Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 Tahun 2016, seperti dilansir melalui laman Sekretariat Negara pada Jumat (22/07).


Sebagai pelaku usaha, menurut Presiden, koperasi dapat ikut dalam persaingan ekonomi. Namun, ia mendorong agar koperasi di Indonesia dapat mulai melakukan perbaikan, salah satu contohnya dengan pembentukan kelompok-kelompok usaha koperasi yang saling bergabung. Ini akan membuat sebuah usaha memiliki skala ekonomi yang tinggi.


Dengan bergabungnya para pelaku usaha koperasi ke dalam satu kesatuan, maka akan diperoleh kemudahan pembiayaan dari pihak perbankan. Selain itu, rencana bisnis juga akan lebih mudah untuk dibuat. "Dapatnya kalo pinjam tidak hanya 20 juta, karena bareng-bareng pinjamnya bisa seperti korporasi, 2 triliun sampai 3 triliun. Ini yang bisa efisien dan bisa bersaing," katanya.

Selain itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan masyarakat Indonesia memiliki semangat nilai gotong royong atau social capital. Menurutnya budaya ini akan memberikan kekuatan bersama dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

 “Semangat gotong royong itu ada pada masyarakat Indonesia. Saya ingat saat bulan Maret adanya PSBB lalu banyak yang viral seperti tukang ojek yang kehilangan pelanggan. Ada juga masyarakat yang curhat karena kehilangan pekerjaan atau dirumahkan. Lalu banyak gerakan bantuan seperti menyediakan makanan di depan rumah dan gratis untuk masyarakat dan relawan lainnya,” paparnya saat melakukan talkshow secara virtual, Senin (17/8).

Saat ini pun menurutnya sudah banyak gerakan volunteer untuk membantu masyarakat yang paling terdampak. Cerita-cerita kemanusiaan ini menurutnya banyak bermunculan meskipun tak viral di mata publik. Ini merupakan hal yang bagus karena memang secara sosial Indonesia memang dikenal dengan masyarakatnya yang baik dan saling peduli.

“Saya yakin karena di dalam masyarakat kita memiliki keharmonisan karena kita kan beragam dan pernah sulit bersama untuk kemerdekaan. Sekarang juga saat pandemi covid-19 banyak crowdfunding. Mayoritas orang-orang kita itu orang baik, di Indonesia masih memiliki social capital,” ujarnya.

Dari pemerintah sendiri, menurut Menkeu, sudah berupaya untuk membantu masyarakat yang paling terdampak. Terutama untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pekerja sektor informal.

Pemerintah menurutnya tercatat sudah memberikan bantuan sosial kepada 29 juta warga melalui sembako dan bantuan langsung tunai. Selain itu, perluasan jaminan sosial juga dilakukaan di desa. Sementara itu, untuk UMKM telah diberikan relaksasi berupa keringanan cicilan dan bunga pinjaman. UMKM juga diberikan bantuan lagi berupa uang tunai sebesar Rp2,4 juta untuk 12 juta pelaku UMKM.

“Dalam menghadapi pandemi selain pertama mengambil langkah kesehatan. Pemerintah juga memiliki instring untuk melindungi masyarakat karena banyak yang tiba-tiba tidak bekerja dan usahanya kesulitan,” imbuhnya.

Saat ini, pemerintah tengah fokus untuk meningkatkan permintaan pasar karena tengah melemah di saat pandemi ini dan berdampak ke pertumbuhan ekonomi yang melambat. Untuk itu, menurutnya bansos dari pemerintah itu diberikan dengan harapan bisa mendorong permintaan pasar. (E-3)

Refensi:

·         https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/presiden-ekonomi-yang-betul-adalah-ekonomi-gotong-royong/

·         https://mediaindonesia.com/read/detail/337387-gotong-royong-bisa-kuatkan-indonesia-hadapi-tekanan-ekonomi

 


Komentar