Cara Pandai Berbicara
TULISAN 5
Cara Pandai Berbicara
Disusun oleh:
Nama : Melyta Hasty Dwi Andini KharisNPM : 14218089
Kelas : 3EA34
Mata Kuliah : Ekonomi Koperasi
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
1. Perhatikan bahasa tubuh
Agar terlihat cerdas bukan hanya sekedar dari pemilihan kata-kata saat berbicara, tetapi bahasa tubuh dan gestur juga harus diperhatikan. Baik dalam kondisi berdiri maupun sedang duduk, pastikan tubuhmu tegak dan rileks. Posisi tersebut akan memancarkan aura percaya diri dan kenyamanan saat berbicara ke lawan bicara kamu. Dan jangan lupa tatap mata lawan bicara kamu.
2. Hindari pilihan kata yang tidak berarti dan tidak masuk akal
Saat berbicara, pemilihan kata yang tepat dan sesuai pada konteks kalimat sangat diperlukan. Terkadang orang memilih kata yang terlalu bertele-tele agar terkesan pintar dan intelektual, padahal kata tersebut bisa saja tidak tepat digunakan karena memiliki makna yang ambigu atau bahkan menjadikan kalimat tersebut tidak memiliki arti. Sehingga penggunaan kata akan sia-sia karena si pendengar tidak mengerti maksud kalimat tersebut.
Pemilihan kata dengan istilah yang memusingkan juga bisa membuat pendengar mengantuk karena terkesan seperti menghafal buku dan terdengar kaku.
3. Bicara dengan keras
Bicara keras bukan berarti harus berteriak atau dengan nada tinggi yang berkesan galak. Namun, bicara dengan suara yang bisa terdengar dengan baik oleh lawan bicara kita. Berbicara keras dan penuh percaya diri akan membuat lawan bicara tertarik dengan isi pembicaraan kita dan juga sebaliknya akan memberikan kesan bahwa kita tertarik dengan pembicaraan lawan bicara kita.
4. Perhatikan intonasi yang digunakan saat bicara
Untuk poin ini, kamu harus banyak berlatih mendengar suara sendiri. Memang terkesan narsis sedikit, tapi mendengar suara sendiri membantu kamu memahami suara kamu. Nantinya, kamu akan dapat mengatur intonasi yang tepat sesuai kebutuhan. Ekspresi dalam suara juga menjadi penting untuk ditambahkan, kalau suaramu terdengar datar bisa-bisa dikira robot sama lawan bicara kamu. Intonasi juga menjadikan lawan bicara tertarik untuk berbicara denganmu.
5. Jangan takut atau malu jika tidak mendapat respon dari pendengar
Apabila lawan bicara tidak merespon pembicaraan kita, seringkali kita malu atau merasa tidak percaya diri. Begitu juga disaat kita melakukan melakukan paparan atau presentasi di depan banyak orang. Apabila penonton terlihat tidak tertarik dengan materi yang disampaikan, kita akan lebih grogi dan malu untuk melanjutkan presentasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya kita meninggalkan rasa malu yang ada dan harus tetap percaya diri, karena mungkin saja pendengar atau lawan bicara kita belum menangkap maksud dan tujuan yang kita sampaikan.
6. Jangan terjun ke topik yang tidak kamu pahami permasalahannya
Jika kamu hanya punya pengetahuan dasar akan suatu topik, maka jangan coba ikut-ikutan pembahasan terlalu dalam. Bukannya terdengar pintar, kamu akan semakin terlihat bodoh apabila salah sambung. Kamu cukup mendengar dengan seksama, karena info tersebut bisa jadi akan menambah pengetahuanmu.
7. Gemar membaca
Survei dari Inggris menemukan lebih dari separuh orang Inggris yang disurvei dalam jajak pendapat mengenai Hari Buku Dunia mengaku berpura-pura membaca buku klasik seperti Perang dan Perdamaian agar tampak lebih pintar. Kita bisa melakukan cara yang sama ketika mencoba mempengaruhi penilaian orang yang baru kita kenal. “Sebagian besar interaksi sehari-hari kita dengan orang lain sangat singkat dan dangkal,” kata Wojciszke. Namun, kata Wojciszke, manusia tak bisa menggunakan manipulasi semacam itu dalam interaksi yang panjang atau berulang.
8. Melakukan kontak mata Mata
Seseorang memang bisa menyiratkan banyak hal. Wojciszke menyebut orang yang melakukan kontak mata menunjukan sikap responsif terhadap apa yang dilakukan atau dibicarakan orang didekatnya. Menurutnya, jika lawan bicara kita tidak responsif, ini berarti kita orang yang membosankan atau dia yang bodoh. "Jika memiliki pilihan seperti itu, kebanyakan dari kita lebih cenderung berpikir dia bodoh," tambahnya. Para peneliti di Brandeis University, Massachusetts, menemukan mereka yang berbicara dengan melakukan kontak mata dianggap memiliki IQ yang lebih tinggi daripada mereka yang menghindari tatapan seseorang.
Referensi :
Komentar
Posting Komentar