Cara Mengatasi Emosi Tidak Stabil

 TULISAN 11

Cara Mengatasi Emosi Tidak Stabil

 

Disusun oleh:

Nama    : Melyta Hasty Dwi Andini Kharis 
NPM    : 14218089                                      
Kelas    : 3EA34                                           
Mata Kuliah    : Ekonomi Koperasi                      

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2020

Setiap manusia memiliki emosi, baik itu positif maupun negatif. Emosi ini bisa muncul kapan saja, entah itu mendadak atau karena suatu hal. Tingkat emosi masing-masing orang pun berbeda. Ada yang mampu mengendalikan emosi dengan baik. Ada pula yang memiliki emosi tidak stabil. Terlepas dari hal itu, kita harus bisa menguasai diri sendiri. Jangan sampai, gara-gara emosi yang sering naik-turun, kita justru mendapat masalah.
Nggak cuma itu, emosi tidak stabil berpotensi membuat kita mudah dibenci orang. Alhasil, hubungan pertemanan bisa renggang dan musuh pun bertambah. Kamu tentu nggak mau kan seperti itu? Karenanya, kamu harus tau cara mengatasi emosi tidak stabil supaya tidak berkelanjutan.


1. Biarkan Tubuh dan Otak Beristirahat

biarkan tubuh dan otak beristirahat
Ilustrasi/Pixabay
Salah satu penyebab emosi meledak-ledak dan tidak stabil adalah kurang tidur. Akibatnya, tubuh menjadi tidak fit, gampang lesu, dan kepala pusing.
Kondisi tubuh dan pikiran yang lelah sangat mudah memicu seseorang menjadi lebih emosional daripada biasanya. Jadi, cobalah mengistirahatkan tubuh dan otak dengan tidur cukup, kurang lebih delapan jam dalam sehari.


2. Menarik Napas Dalam Berulang Kali

menarik napas mengatasi emosi naik turun
Ilustrasi/Unsplash/@elidefaria
Memang, emosi tidak seharusnya ditahan karena itu hanya akan membuat tubuh sakit dan menimbulkan risiko penyakit lain.
Tapi, bagaimana dengan emosi yang suka muncul tiba-tiba? Nah, kamu bisa mengatasinya dengan menarik napas sedalam mungkin. Berulang kali ya.
Katanya nih, cara mengendalikan emosi seperti itu akan membuat seseorang lebih rileks karena tekanan darah perlahan menurun.


3. Bicara pada Diri Sendiri

bicara pada diri sendiri saat emosi tidak stabil
Ilustrasi/Unsplash/@caroliveer
Emosi tidak stabil seringkali datang di waktu yang kurang tepat. Sekarang merasa baik, namun bisa saja semenit kemudian kamu jadi tak bersemangat.
Sebelum kondisi itu membuatmu semakin terpuruk, ada baiknya bicara dan tanyakan pada diri sendiri. Karena, satu-satunya yang paling tahu dan mengerti adalah dirimu sendiri.


4. Mencoba Berempati

mencoba berempati
Ilustrasi/Pixabay
Disadari atau tidak, pemicu marah dapat disebabkan karena hal sepele. Sehingga, kamu diminta untuk mencoba bersikap empati. Dengan berempati, kamu bisa merasakan keadaan ataupun pikiran orang lain. Jadi, kamu bisa lebih menghargai dan perlahan emosi akan lebih terarah.


5. Perbanyak Tersenyum

perbanyak tersenyum
Ilustrasi/Pexels/Just Name
Senyum adalah ibadah. Yap, kata-kata itu bukan cuma sebatas slogan loh, guys. Tersenyum dapat menguatkanmu dan berpengaruh pada emosi diri.
Emosi yang tadinya gampang tersulut, karena banyak tersenyum akan berubah menjadi lebih positif. Kamu pun akan semakin disenangi orang-orang di sekitar karena bersikap ramah dan tidak jutek lagi. Pasti ingin kan seperti itu?


6. Curhat ke Orang yang Dipercaya

curhat ke orang yang dipercaya
Ilustrasi/Unsplash/@toimetaja
Terkadang, ada sesuatu yang sulit kita utarakan secara gamblang ke banyak orang. Tapi, itu bukan berarti kamu tidak butuh tempat bersandar.
Sebagai manusia normal, kamu memerlukan tempat atau seseorang yang bisa menampung segala keluh kesahmu. Entah itu keluarga, kakak/abang/adik, atau teman dekat.
Dengan bercerita pada orang yang tepat, setidaknya beban atau masalah di pundak tidak kamu rasakan sendiri. Akan selalu ada yang siap mendengarkanmu kok.


7. Memaafkan dan Melupakan

memaafkan dan melupakan
Ilustrasi/Pexels/bruce mars
Emosi tidak stabil dapat muncul karena ingatan masalah yang pernah terjadi sebelumnya, tiba-tiba saja terpikirkan olehmu.
Jika itu sedang kamu alami, cobalah untuk belajar memaafkan dan melupakan. Memang, itu tidak mudah dan butuh waktu. Tapi, kamu pasti bisa ya!


8. Berikan Kebaikan Untuk Diri Sendiri

berikan kebaikan untuk diri sendiri
Ilustrasi/Pexels
Apresiasi pada diri sendiri adalah cara efektif mengatasi emosi tidak stabil. Misalnya, menonton konser, pergi ke toko buku, atau menikmati es krim.
Hal-hal sederhana seperti itu dapat membantu hidupmu lebih tenang dan sabar. Di sisi lain, kamu akan menyadari bahwa semuanya akan baik-baik saja.
9. Minum Air Putih
minum air putih redakan emosi tidak stabil
Ilustrasi/Pexels/Tirachard Kumtanom
Air putih dipercaya ampuh mendinginkan emosi, termasuk emosi tidak stabil. Usahakan, minum air putih tidak menggunakan es batu ya.


10. Sibukkan Diri dengan Hobi

sibukkan diri dengan hobi
Ilustrasi/Pexels/Craig Adderley
Menjalani aktivitas yang kamu senangi dapat menciptakan emosi positif dalam kehidupan sehari-hari. Coba ingat kembali, kira-kira hobi apa yang selama ini mungkin kamu abaikan? Melukis, menggambar, membaca buku, atau bermusik?
Jika emosi sering naik-turun, maka mengerjakan hobi dapat membuatmu merasa rileks. Toh, sesekali kamu memang perlu kok tenggelam pada dunia sendiri.


Referensi :
https://www.indozone.id/life/M7sV4q/10-cara-efektif-mengatasi-emosi-tidak-stabil/read-all

Komentar